
BANDA ACEH, 21 Agustus 2026 — Program Studi Doktor Ilmu Pertanian (DIP), Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (USK), bekerja sama dengan Program Studi Doktor Ilmu Kebencanaan (DIB) menyelenggarakan seminar bertema “Penggunaan AI dalam Penulisan Karya Ilmiah, Presentasi, dan Systematic Literature Review (SLR)”. Kegiatan berlangsung secara hybrid di Mini Theater Lantai 2 Sekolah Pascasarjana USK dan diikuti sekitar 80 peserta.
Seminar yang dijadwalkan berlangsung pukul 08.30–16.00 WIB tersebut dibuka oleh Direktur Sekolah Pascasarjana USK, Prof. Dr. drh. Muslim Akmal, M.P. Dalam sambutannya, Direktur menekankan pentingnya penguatan kapasitas mahasiswa doktoral dalam menghasilkan publikasi pada jurnal internasional bereputasi. Perkembangan kecerdasan artifisial dinilai dapat membantu proses akademik, tetapi penggunaannya harus tetap menjunjung integritas, transparansi, dan tanggung jawab ilmiah.
PESAN UTAMA
AI perlu dimanfaatkan untuk memperkuat proses ilmiah, bukan menggantikan nalar kritis peneliti atau membuka ruang bagi penyalahgunaan dalam penulisan publikasi. — Inti pesan pembukaan Direktur Sekolah Pascasarjana USK
Kegiatan ini terutama ditujukan untuk mahasiswa pascasarjana, khususnya mahasiswa DIP dan DIB, sekaligus terbuka bagi peserta dari program studi lain. Seminar dirancang untuk memperluas wawasan peserta mengenai penggunaan AI secara tepat pada berbagai tahapan kerja akademik, mulai dari penelusuran literatur, penyusunan artikel, pengembangan presentasi, hingga pelaksanaan SLR dan presentasi. Tiga narasumber hadir untuk membagikan pengetahuan dan pengalaman praktis, yaitu Dr. Mhd. Ikhsan Sulaiman, S.TP., M.Sc., IPU., ASEAN Eng.; Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH; dan Adrian Ulza, S.T., M.Sc. Jalannya kegiatan dipandu oleh Dr. M. Syukri Surbakti, S.Si., M.Si. sebagai moderator.
Melalui seminar ini, peserta tidak hanya diperkenalkan pada peluang efisiensi yang ditawarkan AI, tetapi juga diajak memahami batas-batas penggunaannya dalam konteks akademik. Prinsip verifikasi sumber, ketepatan sitasi, perlindungan data, pengungkapan penggunaan AI sesuai kebijakan penerbit, serta tanggung jawab penuh penulis atas isi karya tetap menjadi landasan utama.
Penyelenggaraan kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Sekolah Pascasarjana USK dalam memperkuat budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tanpa mengabaikan etika dan mutu ilmiah. Kegiatan ini diharapkan membantu mahasiswa memanfaatkan AI secara kritis, produktif, dan bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas penelitian dan diseminasi hasilnya.

Pemateri pertama, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH, menyampaikan materi bertajuk “Systematic Literature Review”. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa literature review atau kajian literatur merupakan salah satu fondasi penting dalam penelitian. Melalui kajian literatur, peneliti dapat memahami perkembangan suatu bidang ilmu, mengevaluasi hasil penelitian terdahulu, serta mengidentifikasi isu dan kesenjangan penelitian (research gap) yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Salah satu pendekatan yang dibahas adalah Systematic Literature Review (SLR), yaitu metode kajian literatur yang dilakukan secara sistematis melalui beberapa tahapan, mulai dari perencanaan, pencarian dan seleksi artikel, penilaian kualitas studi, hingga analisis dan sintesis hasil penelitian.
Dalam pelaksanaannya, perumusan Research Question menjadi tahap penting karena berfungsi sebagai panduan dalam proses pencarian, ekstraksi, dan analisis data. Untuk membantu merumuskan pertanyaan penelitian secara lebih terarah, dapat digunakan pendekatan PICOC, yang mencakup Population, Intervention, Comparison, Outcomes, dan Context.
Selain SLR, pemateri juga memperkenalkan berbagai pendekatan kajian literatur lainnya, seperti Narrative Review, Systematic Mapping Study atau Scoping Study, serta Tertiary Study, yang masing-masing memiliki tujuan dan karakteristik berbeda sesuai dengan kebutuhan penelitian.
Melalui pemahaman yang baik terhadap berbagai metode kajian literatur, sivitas akademika diharapkan mampu menyusun penelitian yang lebih kritis, sistematis, transparan, dan berbasis bukti, sehingga dapat menghasilkan kontribusi yang lebih kuat bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Pemateri kedua, Dr. Mhd. Ikhsan Sulaiman, S.TP., M.Sc., IPU, ASEAN Eng., menyampaikan materi bertajuk “Penggunaan AI dalam Penulisan Karya Ilmiah”. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bagaimana kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai tahapan penulisan dan publikasi artikel ilmiah.
Materi menekankan bahwa AI merupakan alat bantu, bukan pengganti peneliti. AI dapat dimanfaatkan untuk membantu menyusun draf, menganalisis data, memetakan literatur, serta memperbaiki bahasa dan struktur tulisan. Namun, keputusan ilmiah, interpretasi data, dan tanggung jawab terhadap seluruh isi naskah tetap berada di tangan penulis.
Peserta juga diperkenalkan pada alur penulisan artikel ilmiah yang dimulai dari data dan analisis, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan hasil, pembahasan, metode, pendahuluan, kesimpulan, hingga judul dan abstrak. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu penulis menyusun artikel secara lebih sistematis dan berlandaskan pada bukti serta data yang nyata.
Selain itu, pemateri menekankan pentingnya verifikasi setiap referensi yang digunakan. Penggunaan AI tanpa pemeriksaan yang memadai berpotensi menghasilkan sitasi yang tidak valid atau tidak sesuai dengan klaim dalam tulisan. Oleh karena itu, setiap sumber perlu diperiksa kembali melalui DOI dan pangkalan data resmi.
“AI dapat mempercepat proses penulisan, tetapi kualitas, integritas, dan tanggung jawab ilmiah tetap berada di tangan penulis,” menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan dalam sesi tersebut.
Melalui pemaparan ini, peserta diharapkan mampu memanfaatkan AI secara lebih efektif, kritis, dan bertanggung jawab untuk mendukung peningkatan kualitas penulisan serta kesiapan publikasi ilmiah. Pada akhirnya, AI dapat membantu peneliti bekerja lebih cepat, tetapi tidak dapat menggantikan keahlian, penilaian ilmiah, dan integritas seorang penulis.


Pemateri kedua, Dr. Mhd. Ikhsan Sulaiman, S.TP., M.Sc., IPU, ASEAN Eng., menyampaikan materi bertajuk “Penggunaan AI dalam Penulisan Karya Ilmiah”. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bagaimana kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai tahapan penulisan dan publikasi artikel ilmiah.
Materi menekankan bahwa AI merupakan alat bantu, bukan pengganti peneliti. AI dapat dimanfaatkan untuk membantu menyusun draf, menganalisis data, memetakan literatur, serta memperbaiki bahasa dan struktur tulisan. Namun, keputusan ilmiah, interpretasi data, dan tanggung jawab terhadap seluruh isi naskah tetap berada di tangan penulis.
Peserta juga diperkenalkan pada alur penulisan artikel ilmiah yang dimulai dari data dan analisis, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan hasil, pembahasan, metode, pendahuluan, kesimpulan, hingga judul dan abstrak. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu penulis menyusun artikel secara lebih sistematis dan berlandaskan pada bukti serta data yang nyata.
Selain itu, pemateri menekankan pentingnya verifikasi setiap referensi yang digunakan. Penggunaan AI tanpa pemeriksaan yang memadai berpotensi menghasilkan sitasi yang tidak valid atau tidak sesuai dengan klaim dalam tulisan. Oleh karena itu, setiap sumber perlu diperiksa kembali melalui DOI dan pangkalan data resmi.
“AI dapat mempercepat proses penulisan, tetapi kualitas, integritas, dan tanggung jawab ilmiah tetap berada di tangan penulis,” menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan dalam sesi tersebut.
Melalui pemaparan ini, peserta diharapkan mampu memanfaatkan AI secara lebih efektif, kritis, dan bertanggung jawab untuk mendukung peningkatan kualitas penulisan serta kesiapan publikasi ilmiah. Pada akhirnya, AI dapat membantu peneliti bekerja lebih cepat, tetapi tidak dapat menggantikan keahlian, penilaian ilmiah, dan integritas seorang penulis.


Sebagai penutup, gagasan mengenai “Penggunaan AI dalam Presentasi” disampaikan oleh Adrian Ulza, S.T., M.Sc. dari Departemen Teknik Sipil FT USK yang juga merupakan peneliti Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC). Sesi ini memperlihatkan peran teknologi AI dalam mempermudah akademisi meramu ide, menyederhanakan materi sulit, dan mengemas visual presentasi agar tampil lebih komunikatif serta menarik.
Pembahasan mengenai pemanfaatan AI dalam forum akademik doktoral yang mendorong peningkatan literasi digital, kualitas pendidikan tinggi, dan kapasitas mahasiswa S3 dalam menghasilkan karya ilmiah bereputasi sangat mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Selain itu, adopsi teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dalam presentasi dan publikasi merupakan wujud penerapan inovasi sains dan teknologi untuk mempercepat riset akademis yang dapat mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.




Comments are closed