BANDA ACEH, 31 Agustus 2026 — Universitas Syiah Kuala (USK) sukses menggelar kegiatan SAPA USK (Silaturahmi Akademika Pascasarjana) yang berlangsung khidmat dan meriah di Banda Aceh pada Senin (31/8). Kegiatan ini menjadi wadah penguatan silaturahmi antara pimpinan universitas, pengelola program pascasarjana, dosen, dan mahasiswa baru pascasarjana USK.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Shalawat Badar, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Aceh, dan Himne USK. Selanjutnya, Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Ir. Wira Dharma, S.Si., M.Si., M.P., IPM., menyampaikan laporan kegiatan dilanjutkan dengan sambutan pembukaan resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH.

Selain sesi perkenalan jajaran Dekan, Direktur, dan Ketua Program Studi Pascasarjana, penampilan hiburan dari Duta USK, serta Sharing Session bersama Wakil Rektor USK, puncak agenda acara ini diisi dengan sesi Kuliah Tamu yang menghadirkan Dr. Ir. A. Hanan, S.P., M.M., Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh yang juga merupakan alumnus Program Studi Doktor Ilmu Pertanian USK yang dimoderatori oleh Prof. Dr. Ichwana, S.T., M.P.
Dalam sesi Kuliah Tamu bertema “Hutan Lestari, Pembangunan Tidak Boleh Berhenti untuk Masyarakat Sejahtera”, Dr. A. Hanan memaparkan materi strategis mengenai perlindungan ekosistem lingkungan dan integrasinya dengan pembangunan ekonomi daerah.
“Menjaga hutan berarti menjaga kehidupan. Pembangunan harus tetap berjalan secara bijak dan ramah lingkungan agar mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan masa depan generasi mendatang,” tutur Dr. A. Hanan di hadapan ratusan mahasiswa pascasarjana.
Beberapa poin penting yang disoroti dalam pemaparannya meliputi:
- Pembangunan Berkelanjutan: Mendorong ekonomi hijau, pembukaan lapangan kerja berbasis kelestarian, infrastruktur dan energi bersih, serta pemerataan akses pendidikan dan kesehatan.
- Kelestarian Lingkungan & Mitigasi Bencana: Pentingnya keanekaragaman hayati, penyediaan air bersih, serta fungsi hutan sebagai penyerap karbon untuk mereduksi risiko bencana.
- Penerapan Kemitraan Multi-Pihak: Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam memanfaatkan inovasi dan teknologi ramah lingkungan guna mewujudkan program Aceh Hijau untuk Indonesia Maju.
Kehadiran Dr. Ir. A. Hanan, S.P., M.M. sebagai narasumber sekaligus alumnus memberikan inspirasi nyata bagi para mahasiswa mengenai kontribusi konkret lulusan Prodi Doktor Ilmu Pertanian USK dalam tata kelola lingkungan dan pembangunan daerah.
Sesi Kuliah Tamu ini kemudian dilanjutkan dengan dialog dan tanya jawab interaktif antara mahasiswa pascasarjana dan narasumber yang dipandu oleh pembawa acara (MC), sebelum seluruh rangkaian kegiatan SAPA USK 2026 resmi ditutup pada siang hari.
Melalui penyelenggaraan SAPA USK ini, Universitas Syiah Kuala kembali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mencetak akademisi bertaraf tinggi, tetapi juga membangun sinergi kuat dengan para alumni guna mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Kegiatan kuliah tamu tersebut mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs):
- SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) — Prinsip “Hutan Sehat, Manusia Sehat” yang menghubungkan kelestarian lingkungan dengan peningkatan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.
- SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) — Transfer pengetahuan dan literasi lingkungan dari praktisi ke dunia akademis perguruan tinggi.
- SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action) — Melalui penyerapan karbon hutan, pencegahan dan mitigasi bencana alam, serta penerapan teknologi ramah lingkungan.
- SDG 15: Ekosistem Daratan (Life on Land) — Fokus utama pada pelestarian hutan, perlindungan keanekaragaman hayati, dan menjaga keseimbangan ekosistem darat.
- SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) — Sinergi multi-pihak antara pemerintah (DLHK Aceh) dan akademisi (Universitas Syiah Kuala).

Comments are closed