Ketua Fraksi NasDem DPR Aceh, Nurchalis, Paparkan Riset Rantai Pasok Presisi Sawit di Seminar Internasional ICAGRI 7 USK

BANDA ACEH – Ketua Fraksi Partai NasDem DPR Aceh sekaligus kandidat Doktor Ilmu Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK), Nurchalis, S.P., M.Si., tampil sebagai salah satu pembicara pada Seminar Internasional ICAGRI ke-7 (International Conference on Agriculture and Bio-Industry) yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian USK, Rabu (8/10/2025), di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh.

Konferensi bergengsi ini dibuka langsung oleh Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, dengan mengusung tema “Advancing Global Agriculture: Innovations, Sustainability and Food Security.”
ICAGRI 7 tahun ini menghadirkan 133 makalah ilmiah dari 10 negara, dengan 4 keynote speakers dan 8 invited speakers dari berbagai universitas serta lembaga penelitian internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Nurchalis mempresentasikan hasil risetnya yang berjudul “Performance Analysis of the Precision Supply Chain in the Palm Oil Commodity in Aceh Province.”
Penelitian ini menyoroti pentingnya penerapan precision supply chain untuk meningkatkan efisiensi industri kelapa sawit di Aceh, yang masih menghadapi tantangan dalam hal infrastruktur, integrasi data, dan manajemen pasokan.

“Industri sawit merupakan sektor strategis bagi perekonomian Aceh, namun masih terkendala pada efisiensi logistik dan ketidakstabilan pasokan bahan baku. Dengan penerapan sistem digital berbasis Internet of Things (IoT), efisiensi rantai pasok dapat meningkat hingga 15 persen dan keterlambatan distribusi bisa ditekan secara signifikan,” jelas Nurchalis dalam paparannya.

Ia menambahkan, penerapan rantai pasok presisi tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi juga memerlukan kebijakan berbasis data dan kolaborasi lintas sektor.
“Rantai pasok presisi bukan hanya tentang inovasi digital, tetapi juga tentang arah kebijakan yang berpihak pada produktivitas, efisiensi, dan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor USK Prof. Dr. Ir. Marwan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh pembicara, termasuk kontribusi Nurchalis yang berhasil mengintegrasikan perspektif ilmiah dan kebijakan publik dalam risetnya.

Menurutnya, ICAGRI menjadi forum strategis untuk mempertemukan akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dalam mendorong inovasi pertanian berkelanjutan serta memperkuat ketahanan pangan global.
Tahun ini, ICAGRI menghadirkan pembicara dari berbagai negara seperti Oman, Jepang, Australia, dan Thailand, serta akademisi dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia.

Bagikan Berita ini

Berita Lainnya