Makassar – Program Doktor Ilmu Pertanian Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (USK) turut berpartisipasi aktif dalam Pertemuan Asosiasi Program Doktor Ilmu Pertanian Indonesia (APDIPI) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar, pada 5–8 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi para pengelola Program Doktor Ilmu Pertanian dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan pendidikan doktoral, riset, dan kolaborasi akademik.

Program Doktor Ilmu Pertanian USK diwakili oleh Ketua Program Studi, Prof. Dr. Ir. Rina Sriwati, M.Si., yang hadir bersama para ketua program studi doktor ilmu pertanian dari 28 perguruan tinggi di Indonesia. Kehadiran USK dalam forum nasional ini merupakan bentuk komitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan doktor, memperluas jejaring kerja sama, serta mendorong pengembangan riset yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan di sektor pertanian.

Pertemuan APDIPI 2026 mengangkat berbagai agenda strategis, mulai dari pembahasan dan pengesahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) APDIPI, sosialisasi akreditasi LAM PTIP, penyesuaian penyelenggaraan pendidikan doktor terhadap Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2025, hingga pembahasan arah pengembangan organisasi dan kontribusi APDIPI dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi pertanian di Indonesia. Seluruh agenda tersebut menjadi wadah bagi peserta untuk bertukar pengalaman sekaligus merumuskan langkah bersama dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan Program Doktor Ilmu Pertanian di tingkat nasional.

Selain mengikuti sidang pleno, peserta juga berdiskusi mengenai penguatan kurikulum doktor, peningkatan mutu penelitian, strategi publikasi ilmiah bereputasi internasional, serta pengembangan jejaring kolaborasi antarperguruan tinggi. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam membangun kesamaan visi untuk menghasilkan lulusan doktor yang unggul, inovatif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan pertanian berkelanjutan.

Melalui forum tersebut, APDIPI juga menyepakati sejumlah rencana tindak lanjut, di antaranya finalisasi AD/ART organisasi, pembentukan tim kerja tematik, penyusunan pedoman kurikulum doktor sesuai regulasi terbaru, penyelenggaraan workshop akreditasi secara berkala, pembentukan konsorsium penelitian antaruniversitas, peningkatan publikasi ilmiah internasional, serta penguatan kerja sama nasional dan internasional. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing Program Doktor Ilmu Pertanian Indonesia di tingkat global.

Bagi Program Doktor Ilmu Pertanian USK, keikutsertaan dalam Pertemuan APDIPI 2026 menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk memperluas jejaring akademik, memperkuat kolaborasi penelitian, serta memperoleh berbagai masukan dalam pengembangan kurikulum dan tata kelola program studi. Hasil-hasil pertemuan ini akan menjadi referensi penting dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan doktor di lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala.

Melalui partisipasi aktif dalam APDIPI, Program Doktor Ilmu Pertanian USK menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi pertanian, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas.

Categories:

Tags:

Comments are closed