
MEULABOH, [24 Agustus 2026] — Program Studi Perikanan Universitas Teuku Umar (UTU) menyelenggarakan Focus Group Discussion Peninjauan dan Penyusunan Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran (VMTS) sebagai langkah strategis menuju akreditasi internasional ASIIN. Kegiatan ini berfokus pada reorientasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) serta penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dosen guna bersaing di tingkat global.
Workshop ini menghadirkan koordinator Prodi Doktor Ilmu Pertanian (DIP) USK, Dr. Ir. Dewi Yunita, S.TP., M.Res., IPM, ASEAN Eng., sebagai narasumber untuk mendampingi tim penyusun prodi dalam merumuskan ulang VMTS, profil lulusan yang relevan, dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dengan standar internasional Life Sciences (ASIIN SSC 10).

Dalam paparan materinya, Dr. Dewi Yunita menekankan empat pilar utama transformasi Prodi Perikanan UTU:
- Penyelarasan VMTS Multitingkat: Memperbarui target jangka panjang prodi agar selaras dengan Visi UTU sebagai pusat pengembangan Agro-Maritim dan bisnis perikanan berkelanjutan.
- Penyesuaian Profil Lulusan: Menggeser profil umum menjadi peran profesional yang terukur, seperti Aquapreneur, Analis Kebijakan & Konservasi Perikanan, serta Assistant Fisheries Project Manager.
- Pembaruan CPL Berstandar ASIIN: Memastikan seluruh CPL mencakup penguasaan sains dasar, pemecahan masalah kompleks, penerapan etika, hingga kemampuan kerja sama tim multidisiplin.
- Peningkatan Kapasitas Dosen: Mendorong penguasaan metode pengajaran OBE, peningkatan riset dan publikasi jurnal internasional bereputasi, serta keterlibatan dalam jejaring akademik global.
“Penyusunan VMTS bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif, melainkan pilar utama dalam membangun budaya mutu akademik. Keterukuran CPL, kesiapan dosen dan komitmen seluruh civitas akademik adalah kunci utama agar prodi ini diakui secara global,” ujar Dr. Dewi Yunita di sela-sela kegiatan.

Melalui penerapan Continuous Quality Improvement (CQI), Prodi Perikanan UTU optimistis mampu memenuhi kriteria akreditasi ASIIN sekaligus melahirkan lulusan berjiwa sociotechnopreneur yang siap bersaing di tingkat internasional. Sebagai bagian dari penguatan standar global tersebut, prodi secara konsisten mendorong akselerasi studi lanjut dosen menuju jenjang doktor. Langkah strategis ini mendapat dukungan penuh dari Prodi DIP USK dalam kerangka kemitraan pengembangan SDM.


Reorientasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), penjaminan mutu standar internasional (ASIIN), dan peningkatan kapasitas dosen secara langsung meningkatkan aksesibilitas serta kualitas pendidikan tinggi berstandar global mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Sebagai prodi perikanan, penguatan VMTS yang menekankan konservasi, tata kelola sumber daya perairan berkelanjutan, dan pemanfaatan hasil laut berbasis bukti (evidence-based) berdampak langsung pada kelestarian ekosistem perairan dan pesisir sehingga berkaitan erat dengan SDG 14 (Ekosistem Laut). Penetapan profil lulusan berjiwa sociotechnopreneur (aquapreneur) dan spesialis industri membantu melahirkan SDM kompeten yang mampu menciptakan lapangan kerja baru sehingga dapat mendukung ketercapaian SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Proses akreditasi internasional ASIIN membuka pintu riset kolaboratif (joint research), mobilitas dosen/mahasiswa, dan kemitraan strategis dengan institusi global. Kolaborasi antara Prodi Perikanan UTU dan Prodi Doktor Ilmu Pertanian USK ini juga mendukung SDG17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
#SDG4 #SDG14 #SDG8 #SDG17

Comments are closed