
BANDA ACEH, 14 OKTOBER 2026 – Program Studi Doktor Ilmu Pertanian (DIP) Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar Workshop “Penulisan Proposal PDD DIKTI DRPM: Strategi Menembus Pendanaan Riset Unggulan” pada Rabu, 14 Oktober 2026. Acara ini berlangsung di Gedung Sekolah Pascasarjana Prof. Dr. Ibrahim Hasan, MBA. Darussalam, Banda Aceh.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Koordinator Program Studi DIP SPS USK, Dr. Ir. Dewi Yunita, S.TP., M.Res., IPM., ASEAN Eng., dan dibuka secara resmi melalui sambutan Wakil Direktur Bidang Akademik, Sekolah Pascasarjana, Universitas Syiah Kuala, Afnan, S.Kom., MM(T), M.Sc., Ph.D. Tujuan kegiatan ini adalah mempersiapkan proposal bagi mahasiswa doktor khususnya yang tidak memperoleh beasiswa sehingga dapat membantu pendanaan penelitian mahasiswa. Selain itu, kegiatan ini juga untuk mempersiapkan calon mahasiswa DIP dalam mempersiapkan proposal penelitiannya sehingga dapat mempercepat masa studi saat menjadi mahasiswa DIP. Harapannya dengan adanya kegiatan ini dapat menigkatkan jumlah hibah yang di terima oleh mahasiswa SPS khususnya Program Studi DIP. Peserta yang ikut dalam kegiatan ini sebanyak 40 orang yang merupakan mahasiswa program doktor dan dosen dari UTU, USM dan abulyatama yang masih berada pada jenjang magistar dan memumgkinkan studi lanjut ke program doctoral, khususnya DIP. Sesi pemaparan materi dan diskusi dipandu oleh Dr. Hartati Oktarina, S.P., M.Sc. selaku moderator.

Workshop ini menghadirkan dua pakar akademisi sebagai narasumber utama:
Prof. Dr. Drs. Saryono, M.Si. (Dosen Universitas Riau), membawakan materi “Penulisan Proposal Disertasi Doktor Pendanaan DPPM: Strategi Menembus Pendanaan Riset Unggulan”. Beliau merupakan reviwer nasional dengan H-index Scopus 8 dan H-index Google Scholar 12. Narasumber menyampaikan bahwa penulisan proposal di mulai dengan membaca pedoman yang berlaku (panduan penulisan dan templet). Hal ini disampaikan karena lebih dari 50% peneliti yang mengajukan hibah PDD DIKTI DRPM tidak lolos dikarenakan tidak mengikuti panduan. Jadi banyak peneliti yang mengajukan hibah gagal pada saat penilaian administrasi, walaupun dimungkinkan penelitiannya sangat dibutuhkan. Penulisan proposal harus fokus pada tujuan atau sasaran yang di inginkan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dan terdapat kebaruan (orisinilitas). Hal ini akan menghasilkan lulusan doktor yang mampu mengembangkan gagasan baru (teori atau konsep), meningkatkan jumlah dan mutu publikasi ilmiah di tingkat internasional, yang pada akhirnya akan meningkatkan jumlah dan kompetensi lulusan.

Prof. Dr. Ir. Nasrul, S.T., M.T. (Dosen Universitas Syiah Kuala), memaparkan materi “Strategi Jitu Menyelaraskan Usulan Riset dengan Panduan DPPM Terbaru: Tips Trik Menembus Pendanaan Nasional”. Beliau juga merupakan reviwer nasional dengan H- index Scopus 26 dan H-index Google Scholar 28. Prof Nasrul menyampaikan bahwa untuk memperoleh hibah maka proposal melewati seleksi administras, subtansi penelitian, RAB, dan referensi dimana antara substansi penelitian, RAB harus memiliki benang merah yang saling mendukung dan rasional. Referensi yang dipakai tahun terbaru dapat berupa pustaka primer, book chapter, yang memiliki relevansi dengan penelitian yang dilakukan.

Kedua narasumber juga memberikan kesempatan bagi 40 peserta untuk mendapatkan evaluasi dan masukan substantif terhadap usulan proposal yang sedang dikembangkan. Penyelenggaraan workshop ini diharapkan dapat mendongkrak tingkat kelulusan proposal hibah riset dosen dan mahasiswa program doktor, sekaligus memperkuat kontribusi riset unggulan USK bagi pembangunan ilmu pengetahuan nasional.

Comments are closed