BANDA ACEH [17 September 2026] – Dalam rangka menyambut milad USK ke-65, Program Studi Doktor Ilmu Pertanian (DIP) Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan Workshop Penguatan Mutu: Akreditasi LAMPTIP untuk Doktor Unggul bertema “Penyelarasan Visi, Misi, dan Kurikulum” pada Kamis, 17 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Teleconference Sekolah Pascasarjana USK ini merupakan langkah strategis memperkuat tata kelola akademik menuju akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAMPTIP) pada Oktober 2028, sekaligus mempertegas kontribusi nyata universitas terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Pembukaan Acara dan Penandatanganan MoA

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Sekolah Pascasarjana USK, Prof. Dr. drh. Muslim Akmal, M.P., setelah diawali sambutan Ketua Program Studi Doktor Ilmu Pertanian USK, Dr. Ir. Dewi Yunita, S.TP., M.Res., IPM., ASEAN Eng. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk menerima masukan dari para stakeholders khususnya pemerintah, universitas, mahasiswa dan alumni dalam menyelaraskan visi misi tujuan sasaran Prodi DIP SPs USK. Sebagai wujud penjelmaan SDG 17 (Partnerships for the Goals), rangkaian kegiatan ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara SPs USK dengan Dinas Pangan Aceh, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Dinas Peternakan, dan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Aceh. Kemitraan lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara riset doktoral dengan kebutuhan lapangan dan penerapan inovasi pertanian di daerah serta menjadi cikal bakal dari suatu kelas kolaborasi nantinya.

Diskusi Panel Lintas Sektor

Untuk memperoleh masukan dalam penyusunan profil lulusan, workshop menghadirkan dua sesi diskusi panel yang dipandu oleh Novia Mehra Erfiza, S.TP., M.Agric., Ph.D. sebagai moderator.
Sesi I (Pertanian & Pangan): Menghadirkan Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, S.P., M.P., serta Kadis Pangan Aceh, Drs. Surya Rayendra. Diskusi berfokus pada ketahanan pangan dan penguatan kapasitas riset untuk mendukung kebijakan publik, sejalan dengan pencapaian SDG 2 (Zero Hunger).
Sesi II (Lingkungan, Kehutanan & Peternakan): Menghadirkan perwakilan DLHK Aceh, Ir. Joni, ST, MT, PhD, serta perwakilan Dinas Peternakan Aceh, drh. Agus Nurza, M.Si. Sesi ini mengintegrasikan isu pengelolaan lingkungan, kehutanan, dan peternakan berkelanjutan demi mendukung pencapaian SDG 15 (Life on Land).

Melalui masukan ini, Prodi DIP USK berkomitmen mencetak lulusan berkarakter sosio-agroteknopreneur yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing global.

Sinkronisasi Kurikulum

Pada sesi siang, Prof. Dr. Ir. Yuliani Aisyah, S.TP., M.Si., memandu peninjauan kurikulum berjalan serta penyelarasan visi, misi, dan capaian pembelajaran. Upaya penjaminan mutu dan penyelarasan kurikulum doktoral ini menjadi wujud nyata komitmen USK terhadap SDG 4 (Quality Education) guna menghadapi akreditasi LAMPTIP pada Oktober 2028.

Rencana Tindak Lanjut (RTL)

Sebagai penutup, Dr. Ir. Zuraida Hanum, S.Pt., M.Si., IPU., memaparkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang berfokus pada lima prioritas utama:
1. Penyelarasan Visi & Capaian Lulusan: Menghasilkan lulusan yang mampu memberi solusi nyata bagi sektor pertanian, pangan, kehutanan, dan peternakan.
2. Evaluasi Kurikulum: Menyesuaikan struktur kurikulum dengan perkembangan ilmu dan kebutuhan mitra.
3. Penguatan Riset: Memperkuat mata kuliah serta metodologi penelitian berstandar internasional.
4. Keterlibatan Mitra: Mengoptimalkan peran pemerintah dan industri dalam penyempurnaan kurikulum.
5. Monitoring & Evaluasi: Menerapkan pengawasan terstruktur demi keberlanjutan mutu akademik.

Melalui workshop dan penyiapan RTL ini, Pascasarjana dan Prodi DIP USK optimistis dapat membangun sistem pendidikan doktoral yang unggul, relevan, serta berkontribusi aktif pada pembangunan pertanian berkelanjutan di tingkat lokal maupun internasional.

Categories:

Comments are closed